Korelasi Konsep dalam Teosofi Islam Klasik: Analisis Hubungan Tuhan, Manusia, dan Alam
DOI:
https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.750Keywords:
Teosofi Islam Klasik, Simbolisme, Sufisme, Wahdat Al-Wujud, Zahir-BatinAbstract
Urgensi penelitian ini adalah pentingnya memahami keterkaitan Tuhan, manusia, dan alam dalam teosofi Islam klasik sebagai landasan holistik untuk memahami hakikat dan hubungan seluruh realitas. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antarkonsep dalam teosofi Islam klasik, dengan berfokus pada hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam semesta. Teosofi Islam klasik memadukan pemikiran filosofis, mistisisme, dan pengalaman spiritual untuk memahami hakikat keberadaan secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif para pemikir Islam klasik mengenai keterkaitan antara ketuhanan, kemanusiaan, dan kosmos sebagai suatu realitas yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder yang berkaitan dengan teosofi Islam, khususnya karya dan pemikiran Ibnu Arabi, Al-Farabi, dan Suhrawardi. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi hubungan konseptual di antara ketiga dimensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teosofi Islam klasik, Tuhan dipahami sebagai sumber utama dari seluruh keberadaan, manusia sebagai mikrokosmos yang dianugerahi kapasitas spiritual untuk mengenal Tuhan, sedangkan alam dipandang sebagai manifestasi tanda-tanda ketuhanan yang mencakup dimensi lahiriah maupun batiniah. Ketiga unsur tersebut membentuk suatu struktur kosmologis yang terpadu dan harmonis. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa teosofi Islam klasik menawarkan kerangka filosofis yang holistik dalam memahami realitas dengan menekankan peran manusia sebagai perantara antara Tuhan dan alam melalui kesadaran spiritual dan pengetahuan metafisik.
References
Alfadhli, A., Suratin, S. I., Nadir, K., Fadlillah, M. R., & Saputra, G. A. (2025). Ekoteologi Islam: Menjelajahi hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan dalam tradisi Islam. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 6(1), 300–310. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v6i1.2024
Amaliyah, Z., Muzakky, A. F., Fatimah, S., & Mubin, N. (2026). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.549
Anggraini, R. D., & Rohmatika, R. V. (2021). Konsep ekosufisme: Harmoni Tuhan, alam dan manusia dalam pandangan Seyyed Hossein Nasr. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 16(2), 1–30. https://doi.org/10.24042/ajsla.v16i2.9971.
Bakir, M. (2019). Relasi syari’at dan hakikat perspektif Al-Ghazālī. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 9(2), 194–214. https://doi.org/10.36781/kaca.v9i2.3033.
Damayanti, E., Nuryamin, N., Hamsah, F., & Suryati, S. (2021). Hakikat manusia (perspektif filsafat pendidikan Islam). Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 13(1), 38–48. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v13i1.612
Dya, U. (2025). Hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam menurut pandangan Imam Al-Ghazali dalam Tahafut al-Falasifah. Jurnal Pemikiran Islam, 6(3), 86–92. https://doi.org/10.64367/m-jpi.v6i3.30
Faris, A., & Siregar, N. (2024). Patologi sosial manusia menurut Imam Al-Ghazali pada Kitab Ihya Ulumuddin. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(1), 67–82. https://doi.org/10.38073/almusyrif.v7i1.1723
Febriyanti, L. (2026). Tauhid dan tatanan kosmos: Kontribusi Seyyed Hossein Nasr dalam ekoteologi Islam kontemporer. Jurnal Dekonstruksi, 12(2). https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v12i02.395
Gufron, U., & Hambali, R. Y. A. (2022). Manusia, alam dan Tuhan dalam ekosufisme Al-Ghazali. Jurnal Akidah dan Filsafat Islam, 7(1), 86–103. https://doi.org/10.15575/jaqfi.v7i1.16275
Hafiz, A., & Rijal, S. (2024). Metodologi keilmuan Islam: Kajian epistemologi terhadap sumber pengetahuan. ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research, 2(1), 33–41. https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.33-41.
Hakim, M. A., & Normuslim. (2025). Epistemologi 3 tokoh (Ibnu Sina, Al Ghazali dan Ibnu Rusyd) dalam pemikiran pendidikan. JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 404–410. https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1537
Haryanto, S. (2023). Implikasi konsep Abdullah dan Khalifatullah dalam pendidikan karakter. Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2). https://doi.org/10.32699/paramurobi.v6i2.6364.
Hawary, M. S. R., Banjarnaor, R., Ridwan, M., Syah, M. A. F. R., & Agustiar. (2025). Exploring the unique stylistics and divine rhetoric of the Qur'an: Unveiling the linguistic miracle of revelation. Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies, 8(1), 409–427. https://doi.org/10.58223/al-irfan.v8i1.405.
Ibad, M., & Khalim, A. D. N. (2022). Epistemologi Ibnu Rusyd (telaah relasi wahyu dan rasio). An-Nur: Jurnal Studi Islam, 14(1), 80–92. https://doi.org/10.37252/annur.v14i1.226.
Junaidi, A. (2024). Melampaui batas rasionalitas dan spiritualitas: Visi holistik Ibn ‘Arabi dalam penafsiran hukum Islam. Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 14(2), 1–24. https://doi.org/10.1163/22105956-12341294.4
Kibtiyah, M., Rahmat, M. B., Baihaqi, Y., Badi, S., & Quṭb, S. (2025). Makna semiotik cahaya Ilahi dalam QS. An-Nur ayat 35: Analisis komparatif atas tafsir klasik dan kontemporer. Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 27(2), 78–89. https://doi.org/10.22373/substantia.v27i2.32014
Ma’rufi, A. (2021). Illuminasi Suhrawardi al-Maqtūl sebagai basis ontologi filsafat etika. Jurnal Studi Islam, 3(2), 54–66. https://doi.org/10.37758/ydm82t43
Mahmoud, M. E.-T. (2016). Comparative research on the zahir and batin thought. European Scientific Journal, 12(17), 62–77. https://doi.org/10.19044/esj.2016.v12n17p62
Makrufah, N. I. A. (2026). Efektivitas Penerapan Kajian Kitab Fathul Qorib terhadap Peningkatan Pemahaman Fiqih di MTSS Roudlotul Muslimin Nganjuk. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 58–67. https://doi.org/10.54065/BaytAl-Hikmah.540
Martin, E., & Hambali, R. Y. A. (2023). Teologi kebahagiaan menurut Al-Ghazali (Kajian terhadap Kitab Kimiyatus Sa‘adah). Jurnal Riset Agama, 3(1), 17–32. https://doi.org/10.15575/jra.v3i1.19318
Mukhlis, M. (2018). Konsep ma’rifat Al-Ghazali dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 6(1), 85–98. https://doi.org/10.52185/kariman.v6i1.13
Nuryamin. (2024). Epistemologi Islam: Perspektif empirisme dan rasionalisme. Jurnal Pendidikan Kreatif, 7(1), 14–30. https://doi.org/10.24252/jpk.v5i1.45729
Pramesti, L., Khobir, A., Nada, R. Q., & Rosalinda, P. D. A. (2025). Hubungan Tuhan, manusia, dan alam semesta dalam filsafat pendidikan Islam. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 3(6), 165–177. https://doi.org/10.51903/pendekar.v3i6.1554.
Prihanta, W., Lubis, M., Widodo, J., & Tobroni, T. (2024). Ontologi dalam ilmu pengetahuan mengenai hakikat Tuhan, manusia, dan alam: Sebuah literatur review. Empiricism Journal, 5(1), 60–79. https://doi.org/10.36312/ej.v5i1.1906.






